Jumat, 09 Mei 2014

ADAB MEMBACA AL QURAN; bagian 1

Al Quran adalah kitab yang sangat mulia dan terhormat yang tidak bisa dibandingkan dengan kitab- kita yang lain. Karena Al quran keutamaannya dibandingkan kitab-kitab lainnya, seperti keutamaan Allah dibanding makhluk-makhluk lain. maka wajar jika orang yang mau membaca Al quran itu harus ada adabnya, dan beda dengan kitab lain, krn al qur'an itu memuat firman Allah. 
Bagaimana Adabnya?
1. Ikhlas...
membaca Al quran harus dilakukan dg ikhlas, seperti firman Allah
surat al bayyinah;5
" dan mereka tidak diperintahkan melainkan hanya untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah"

namun sayang banyak kaum muslimin yg tidak memperhatikan adab ini, padahal jika seseorang membaca al quran tapi tidak ikhlas...maka tidak akan mendapat pahalanya. Bahkan dapat terancam masuk ke neraka yang pertama kali. 
dalam sebuah hadis yg sahih, 
Rosul bersabda, orang yang akan masuk ke neraka pertama kali adalah 3, yaitu Orang yang rajin berinfaq, orang yang suka membaca al quran dan mengajarkannya, kemudian orang yang berjihad. Karena mereka melakukan ibadah tidak ikhlas.
orang yang membaca al quran akan dipanggil Allah," kenapa kamu membaca al quran?"
orang itu akan berkata; saya membaca al quran karena ingin mendapat rahmatmu
maka serentak Allah dan para malaikat berkata ; "DUSTA KAMU" kamu membaca al quran karena ingin disebut ahli membaca al quran, bersuara bagus. maka kemudian orang tersebut diseret Allah dengan tertelungkup mukanya kemudian dilemparkan ke neraka yg panas membara.
Jadi disini yang salah bukan membaca Al qurannya......tapi niat dalam membacanya, walau membaca al quran itu pahalanya luar biasa tapi kalau niatnya  salah akan menjadi musibah. Begitu juga, dengan ibadah lain.
Para ulama besar saja sangat memperhatikan masalah niat, seperti Imam sofyan as syauri, 'saya tidak susah mengatur sesuatu selain niat"
Untuk itulah kita wajib, meminta pertolongan Allah agar kita bisa beribadah dengan betul-betul ikhlas.

2. Berwudhu
Seorang muslim jika ingin memegang mushaf al quran, adabnya kita harus dalam keadaan suci. tidak dalam hadas, buang air besar atau buang air kecil, atau buang angin. kalau dalam keadaan hadas, maka seyogyanya kita untuk berwudhu

surat al waqiiah;79
".tidak boleh memegangnya kecuali suci"

Memegang apa? menurut sebagian besar para ulama adalah memegang 'lauhul mahfuds"(kitab yg disisi Allah, kecuali yang suci yaitu para malaikat. Lho...ini kan Al quran?
kata Syaikhul islam ibnu taimiyah rokhimatulullah, lauhul mahfuds yang ada di sana isinya sama dengan lauhul mahfuds di dunia (al Quran). Jadi lauhul mahfuds yang di akhirat tidak dibisa dipengang kecuali oleh yang suci, maka lauhul mahfuds didunia juga harus dipengang oleh orang yang suci

Rosul bersabda,"Hendaknya tidak menyentuh al quran kecuali orang yang dalam keadaan suci"
HR imam malik disahihkan oleh syeh al albany dan imam ishak ibnu roha

maka dari ke 4 Imam besar yaitu imam abu hanifah, imam maliki, imam ibnu hambal dan imam sya'fii mengatakan memegang dan membaca al quran adabnya dalam keadaan suci.
tapi apa membaca al quran HARUS dalam keadaan suci? jawabnya tidak harus, karena Rosulpun pernah membaca al quran dalam keadaan tidak suci tanpa memegang mushaf.

HR bukhari dan muslim
dari ibnu Abbas, suatu saat beliau menginap di rumah rosul. dan pada suatu malam, beliau melihat rosulullah bangun di tengah malam, beliau kemudian mengusap mukanya.setelah itu rosulullah membaca 10 ayat terahir surat ali imron, kemudian baru berwudhu.

Jadi membaca al quran jika keadaan tidak suci boleh tapi tanpa memegang mushaf, tapi berbeda jika orang dengan keadaan JUNUB.
Junub bisa karena Mimpi, maupun karena habis berhubungan intim. Maka saat itu tidak boleh sama sekali membaca al quran baik memegang atau tidak memegang al quran.

HR tirmidzi dinyatakan hasan sahih oleh beliau
Rosulullah bersabda, " rosul membacakan kepada kami al quran dalam keadaan segala kondisi kecuali dalam satu kondisi.yaitu ketika beliau Junub"
kalau sedang junub, beliau akan bersuci dulu yang dinamakan mandi Junub.

Untuk wanita yang dalam keadaan Haid atau Nifas, maka diperbolehkan membaca al quran tanpa memegang mushaf al quran. Kenapa ada perbedaan perlakuan? Kata para ulama, karena kalau dalam keadaan Junub ada dalil yang melarangnya, tetapi kalau keadaan Haid atau Nifas tidak ditemukan dalil yang melarangnya.

Disayangkan banyak wanita yang dalam kedaan haid atau nifas tidak membaca Al quran, sehingga banyak juga wanita yang imannya turun ketika setelah haid selesai. 
Dan sangat ironis, anggapan sebagian besar wanita bahwa jika sedang Haid artinya LIBUR IBADAH.
Padahal ibadah yang tidak boleh bagi wanita haid :
Sholat, Puasa, Towaf, i'tikaf, jima' dan membaca al quran dengan memegang mushaf
 adapun diluar itu semua diperbolehkan untuk tetap beribadah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar