Minggu, 04 Mei 2014

HUKUM DOA BERJAMAAH DAN BERJABAAT TANGAN SETELAH SHOLAT



A.      Doa berjamaah
Sudah menjadi kebiasaan umum di dalam masyarakat indonesia bahwa setelah sholat wajib, maka imam membaca doa dan diamini oleh para jamaah. Kebiasaan ini seolah telah mengakar di dalam masyarakat sehingga jika ada orang yang tidak melakukannya seolah menjadi aneh. Padahal kita belum tahu, apakah itu disunahkan oleh rosul?  Itu yang akan kita bahas bersama, supaya semua amal yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia belaka karena kita melakukan amalan yang tidak ada tuntunannya.
Seorang imam shalat memang wajib diikuti tapi Cuma sampai selesai shalat , adapun yang dilakukan sesudah salam, makmum tidak wajib mengikutinya. Seperti sabda rosulullah berikut ini
Dari anas bin malik, dia berkata;”Rosulullah sholallahu ‘alaihiwassalam suatu hari mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya kepda kami lalu bersabda; “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah imam (shalat) kamu, maka janganlah kamu mendahuluiku dengan ruku’sujud, berdiri, atau salam!”. (HR muslim, no.426)

Dalam hadis diatas rosulullah jelas menyuruh kita untuk mengikutinya sampai salam saja atau selesai sholat. Tidak ada perintah untuk mengikuti berdoa berjamaah setelah shalat.
Rosulullah mengajarkan untuk melakukan doa sendiri-sendiri jika setelah shalat.

Dari al – Bara’ ra, dia berkata: “kami (para sahabat) dahulu, jika melakukan shalat di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam, kami suka berada di sebelah kanan beliau, karena beliau akan menghadapkan wajahnya kepada kami”. Al Bara’ juga berkata :”Aku pernah mendenger beliau berdoa; “Wahai Rabb-ku, jagalah aku dari siksaMU pada hari Engkau membangkitkan atau mengumpulkan hamba-hambaMU” (HR Muslim, no 709)

Jelas sekali bahwa Rosulullah itu berdoa sendiri setelah sholat, karena beliau mengatakan “JAGALAH AKU” sehingga itu adalah doa untuk diri sendiri.

Memang ada sebagian ulama yan menyukai doa berjamaah setelah shalat, namun sesungguhnya Rosulullah tidak pernah melakukan doa berjama’ah setelah memimpin shalat. Dan petunjuk Nabi adalah sebaik-baik petunjuk.
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah  berkata ; “al hamdulillah nabi dan para makmum tidak pernah berdoa bersama setelah shalat lima waktu, sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang setelah shalat subuh dan ashar. Dan hal itu tidak pernah diriwayatkan dari seorangpun (Ulama salaf), juga tidak ada seorangpun dari para imam (imam ahmad, imam syafii, imam ibnu hambal,dan imam maliki) yang menyukainya.

 
B.      Berjabat tangan sesudah sholat.
Berjabat tangan itu dianjurkan ketika bertemu dan keutamaannya akan menggugurkan dosa orang islam yang berjabat tangan tersebut. Adapun kebiasaan jabat tangan setela sholat, maka halini di ingkari oleh banyak ulama.
Imam Al ‘Izz bin Abdis salaam rakhimatulullah berkata;” Berjabat tangan setelah shalat subuh dan ashar termasuk perkara yang bid’ah, kecuali bagi orang yang baru bertemu. Dan kebiasaan nabi setelah salam adalah melakukan dzikir-dzikir yang disyariatkan dan beristighfar 3x, kemudian pergi.
Imam Al-Laknawi rokhimatulullah berkata :”Sesungguhnya mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa jabat tangan ini (yakni setelah shalat) tidak ada dalilnya dari syariat. Kemudian mereka berbeda pendapat tentang makruh dan mubah.
Jalan tengahnya adalah jangan kita memulai untuk melakukan salam, tapi jika ada orang yang meminta bersalaman, kita layani.

Sumber : majalah As Sunah Edisi 05 Sya’ban 1430 H

4 komentar:

  1. berdoa itu dianjurkan, tidak ada larangan mengkhususkan waktunya. hanya orang bodoh yg melarang orang berdoa dengan dalil yg tidak ada. apa yg sdh dia anjurkan secara umum, maka tetap kebaikan bila dilakukan, sehingga ada larangannya.

    kita berusaha jangan mempermudah kerja setan yang menjauhkan umat dari berdo'a kepada Allah SWT.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Mkst sy habis sholat sunnah badyah

    BalasHapus
  4. Pendapat saya cukup jelas apa yg telah di jabarkan Nbi saw dan sahabatsahabatNya itu bisa kita jalankan sebab kita adalah hamba dan kita ada pemimpin yaitu Rosullulah maka bagiku mengikuti cara Beliau itu sangat yg saya inginkan dalil dan sunnahNya

    BalasHapus