Minggu, 11 Mei 2014

Bab Doa ; Pendahuluan

Pendahuluan 
      Doa merupakan masalah yang pokok dalam islam, Bisa dikatakan doa itu adalah senjatanya orang muslim. Rosulullah sebagai manusia yang suci dari dosapun setiap hari terus memanjatkan doanya kepada Allah, padahal beliau sudah dijaminkan untuk masuk surga.Namun sayang sangat jarang orang yang tau bagaimana caranya berdoa dengan benar, sehingga itulah salah satu yang menyebabkan doa tidak terkabul. Karena jika tatacara dalam berdoa tidak sesuai dengan tuntunan rosul, maka amalan itu tertolak.
Allahpun memerintahkan kita untuk selalu berdoa, Dalam surat Al Mu'min ayat 60 Allah berfirman
" Berdoalah kamu maka akan AKU kabulkan"

 Disini Allah menyuruh kita untuk berdoa, dan berjanji mengabulkan. Allah menyuruh kita meminta, padahal DIA tidak butuh kita. Karena Dia Maha Kuasa. Sangat mudah bagi Allah untuk memusnahkan umat ini dan diganti dg umat yg lain.
Dalam sebuah hadis qudsi
Wahai para hambaku, kalian semuanya sesat, kecuali orang yang akan AKU beri hidayah. Maka mintalah hidayah padaKU, niscaya AKU beri hidayah.
Jadi sesungguhnya secara umum. Kita sebenarnya sesat, kecuali yg diberi hidayah Allah.
Maka dalam hadis lain
 “barangsiapa diberi hidayah, maka tak akan sesat. Barang siapa yang sudah disesatkan oleh Allah maka tak akan yang bisa memberi petunjuk.
Tapi ini jangan menjadi dalil “wahh....aku dah ditakdirkan jadi maling.”
Yang dimaksud hadis ini, ada yg sudah ditakdirkan bhw si fulan hidupnya sesat sampai mati. Tapi siapa yang tau takdir kita?
Allah berfiman: (Hadis qudsi)
1.       Kami beritahukan pada mereka 2 jalan, jalan yang sesat dan benar
2.       Wahai para hambaku, seluruh kalian lapar kecuali yang aku beri makan.
3.       Wahai para hambaku, semua kalian tidak berpakaian kecuali yang aku beri pakaian.
4.       Wahai para hambaku, sesungguhnya kalian melakukan dosa siang dan malam dan AKU akan ampuni dosa semuanya.
5.        Seandainya manusia yang pertama sampai yang terakhir, manusia dan jin, semuanya       berkumpul di suatu tempat dan semuanya minta kepada ALLAH dan smua diberi. Itu tidak akan mengurangi kekayaanku serperti air laut yang diambil dengan jarum.
Hadis ini menggambarkan bahwa setiap urusan apapun, kita harus memohon kepada Allah. Apapun itu urusannya, baik dunia maupun akhirat.

1 komentar:

  1. artikel agan sangat mudah dipahami makasih atas apreasi dalam menulis postingan yang baik dan benar semoga jadi amal ibadah buat agan :D

    yo dari Tutorial Blogger | SEO

    BalasHapus