Jumat, 09 Mei 2014

PILIH KAYA ATAU MISKIN ?

         Kaya atau miskin sudah menjadi bagian dari takdir yang sudah ditentukan oleh Allah sebelum hamba terlahir di muka bumi. Kita hanya berikhtiar tapi hasil Allah lah yang menentukan. Namun seandainya para manusia itu diberi pilihan oleh Allah, niscaya mereka  atau kebanyakan orang akan memilih menjadi orang kaya. Mereka berfikir, enak jadi orang kaya, tidak kekurangan uang, mau apa-apa tinggal beli, punya tempat tinggal yang nyaman dan indah. Padahal sebenarnya kekayaan itu belum tentu membawa kebaikan untuk diri mereka di dunia dan di akhirat.
            Orang kaya atau orang miskin itu sama-sama mempunyai kelebihan. Orang kaya berpeluang melakukan berbagai jenis ibadah yang tidak bisa dilakukan oleh orang miskin. Seperti Bersodaqoh, naik haji, membangun masjid, dan lain-lain. Maka akan menjadi sangat rugi jika ada orang kaya yang tidak bisa memanfaatkan kekayaannya itu di jalan Allah. Sedang orang miskin, mereka akan lebih dahulu masuk ke surga, seperti sabda Rosulullah Shallallahu 'alaihiwasallam 

"Kaum fakir masuk surga lima ratus tahun atau setengah hari sebelum orang-orang kaya" 
HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzi.
Kaum fakir miskin dan orang kaya yang dimaksud dalam hadis diatas tentunya adalah, orang miskin dan orang kaya yang beriman dan sholeh.

                Dalam hadis lain Abu hurairah radhiyallahu'anhu, diceritakan bahwa kaum fakir datang kepada nabi shallallahu 'alaihiwasallam dan berkata, "Orang-orang kaya mengungguli kami dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi! Mereka shalat sebagaimana kami shalat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta yang bisa digunakan untuk haji, umrah, jihad dan shadaqah!"
Beliau menjawab, "Maukah kuberitahukan tentang suatu amalan yang jika kalian lakukan maka kalian akan bisa mengejar mereka, tidak akan terkejar oran lain dan kalian akan menjadi orang terbaik di antara kaum kalian. Kecuali jika ada yang melakukan amalan serupa. Ucapkanlah tasbih, tahmid dan takbir setiap sesudah shalat 33 kali" HR Bukhari Muslim

Di dalam riwayat Ath Thobrony yang dinilai sahih oleh Syaikh Al albany ditambahkan 
" Bahwa berita tersebut sampai ke telinga orang-orang kaya, lalu mereka melakukan hal serupa. Kaum fakirpun datang lagi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam dan mengadu hal itu. Maka beliau menjawab,"itu merupakan karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang dikehendakiNYA"

Mengapa orang Miskin bisa begitu cepat masuk surga? karena pada saat penghisaban nanti, salah satu hal yang akan dihisab adalah masalah harta. Allah akan menanyakan "HARTA ITU DIPEROLEH DARIMANA DAN DIGUNAKAN UNTUK APA?"
Dan penghitungan hartanya itu tiap sen, akan ditanyakan. bisa dibayangkan orang kaya yang memiliki harta berlimpah. Tentu akan memakan waktu yang sangat lama untuk memeriksanya, karena harus diteliti tiap sen nya, darimana uang itu dan untuk apa. Beda dengan orang miskin, mau diperiksa apanya? harta saja dia tak punya. Itulah mengapa orang miskin yang sholeh akan lebih dulu masuk surga 1/2 hari dibanding orang kaya.

Namun menjadi orang kaya atau orang miskin tetap banyak godaannya.
Orang Kaya
1. Demi meraup kekayaannya, ia menggunakan cara-cara yang haram
2. Akibat kekayaannya ia menjadi sombong
3. Enggan untuk menunaikan zakat hartanya
4. Menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang dimurkai Allah

Orang Miskin
1. Iri dan dengki kepada si kaya
2. Merendahkan kehormatan dan harga dirinya dengan meminta-minta tanpa kebutuhan
3. Tidak ridha dengan takdir Allah ta'ala

SEKARANG, PILIH JADI ORANG KAYA ATAU MISKIN?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar